LIVE IDX
AADI Rp 8.000 -3.90% BEARISH 🔻 AALI Rp 6.650 -2.56% BEARISH 🔻 ABBA Rp 37 0.00% SIDEWAYS ➖ ABDA Rp 3.120 -10.86% BEARISH 🔻 ABMM Rp 2.320 -2.93% BEARISH 🔻 ACES Rp 348 0.00% SIDEWAYS ➖ ACRO Rp 60 -7.69% BEARISH 🔻 ACST Rp 79 -4.82% BEARISH 🔻 ADCP Rp 50 0.00% SIDEWAYS ➖ ADES Rp 21.950 -1.24% BEARISH 🔻 ADHI Rp 156 -6.02% BEARISH 🔻 ADMF Rp 8.225 -1.20% BEARISH 🔻 ADMG Rp 212 -0.93% BEARISH 🔻 ADMR Rp 1.305 -10.00% BEARISH 🔻 ADRO Rp 2.180 -4.39% BEARISH 🔻 AEGS Rp 42 -8.70% BEARISH 🔻 AGAR Rp 212 -7.83% BEARISH 🔻 AGII Rp 2.800 -0.36% BEARISH 🔻 AGRO Rp 154 -6.10% BEARISH 🔻 AGRS Rp 63 -1.56% BEARISH 🔻 AHAP Rp 79 -11.24% BEARISH 🔻 AIMS Rp 376 -3.59% BEARISH 🔻 AISA Rp 100 -5.66% BEARISH 🔻 AKKU Rp 38 0.00% SIDEWAYS ➖ AKPI Rp 498 -3.30% BEARISH 🔻 AKRA Rp 1.205 -5.86% BEARISH 🔻 AKSI Rp 222 -9.76% BEARISH 🔻 ALDO Rp 680 -2.16% BEARISH 🔻 ALII Rp 815 -8.43% BEARISH 🔻 ALKA Rp 610 -10.95% BEARISH 🔻 ALMI Rp 74 0.00% SIDEWAYS ➖ ALTO Rp 18 0.00% SIDEWAYS ➖ AMAG Rp 386 -2.03% BEARISH 🔻 AMAN Rp 246 -4.65% BEARISH 🔻 AMAR Rp 192 -2.04% BEARISH 🔻 AADI Rp 8.000 -3.90% BEARISH 🔻 AALI Rp 6.650 -2.56% BEARISH 🔻 ABBA Rp 37 0.00% SIDEWAYS ➖ ABDA Rp 3.120 -10.86% BEARISH 🔻 ABMM Rp 2.320 -2.93% BEARISH 🔻 ACES Rp 348 0.00% SIDEWAYS ➖ ACRO Rp 60 -7.69% BEARISH 🔻 ACST Rp 79 -4.82% BEARISH 🔻 ADCP Rp 50 0.00% SIDEWAYS ➖ ADES Rp 21.950 -1.24% BEARISH 🔻 ADHI Rp 156 -6.02% BEARISH 🔻 ADMF Rp 8.225 -1.20% BEARISH 🔻 ADMG Rp 212 -0.93% BEARISH 🔻 ADMR Rp 1.305 -10.00% BEARISH 🔻 ADRO Rp 2.180 -4.39% BEARISH 🔻 AEGS Rp 42 -8.70% BEARISH 🔻 AGAR Rp 212 -7.83% BEARISH 🔻 AGII Rp 2.800 -0.36% BEARISH 🔻 AGRO Rp 154 -6.10% BEARISH 🔻 AGRS Rp 63 -1.56% BEARISH 🔻 AHAP Rp 79 -11.24% BEARISH 🔻 AIMS Rp 376 -3.59% BEARISH 🔻 AISA Rp 100 -5.66% BEARISH 🔻 AKKU Rp 38 0.00% SIDEWAYS ➖ AKPI Rp 498 -3.30% BEARISH 🔻 AKRA Rp 1.205 -5.86% BEARISH 🔻 AKSI Rp 222 -9.76% BEARISH 🔻 ALDO Rp 680 -2.16% BEARISH 🔻 ALII Rp 815 -8.43% BEARISH 🔻 ALKA Rp 610 -10.95% BEARISH 🔻 ALMI Rp 74 0.00% SIDEWAYS ➖ ALTO Rp 18 0.00% SIDEWAYS ➖ AMAG Rp 386 -2.03% BEARISH 🔻 AMAN Rp 246 -4.65% BEARISH 🔻 AMAR Rp 192 -2.04% BEARISH 🔻
Prediksi Saham

Analisa Saham ASPR Terbaru: Fundamental, Teknikal & Prediksi Aitrade.id (01 Jun 2026)

01 Juni 2026 Oleh aitraderedaksi 08:48 WIB

Ringkasan Eksekutif & Prediksi AI ASPR

Berdasarkan pemodelan kuantitatif SuperBot AI Aitrade, saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) saat ini berada dalam fase pasar DISTRIBUTION dengan probabilitas kemenangan (AI Win Probability) sebesar 60.0%. Meskipun probabilitas ini menunjukkan potensi pergerakan positif dalam jangka pendek, fase distribusi yang terdeteksi mengindikasikan adanya tekanan jual dari pemodal besar yang perlu diwaspadai. Analisis kami merekomendasikan untuk tidak melakukan entry baru pada level harga saat ini mengingat dominasi aksi distribusi oleh broker.

Kesimpulan singkat dari analisis komprehensif ini adalah bahwa ASPR berada dalam kondisi yang sangat berisiko untuk dibeli saat ini. Valuasi saham yang berada pada level premium 22.7% dari harga wajarnya, ditambah dengan aliran dana yang menunjukkan distribusi besar-besaran, menjadikan saham ini tidak ideal untuk investasi jangka panjang maupun trading jangka pendek tanpa adanya katalis fundamental yang kuat. Investor disarankan untuk bersikap wait and see hingga terdapat konfirmasi pembalikan arah yang valid.

AITrade Stock Info

ASPR

Hasil scan mendeteksi ASPR berada dalam fase BEARISH 🔻 (-14.81%).

Ticker ASPR
Harga Rp 184
Perubahan -14.81%
Trend BEARISH 🔻
Validasi Harga tersedia, perubahan belum valid
Update 04 Jun 2026 | 09:10:38 WIB
Sumber master_analisa.json

Profil Singkat: Saham ASPR Bergerak di Bidang Apa?

Saham ASPR merupakan emiten dari PT Asia Pramulia Tbk, sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 1991 di Surabaya dan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 29 Juli 1991. Perusahaan ini bergerak di sektor Consumer Cyclical dengan sub-industri Packaging & Containers. Secara spesifik, ASPR memproduksi berbagai macam produk plastik menggunakan teknologi stretch blow molding dan injection molding. Produk-produk mereka sangat beragam, mulai dari botol minuman, botol minyak sawit, kemasan kosmetik, kemasan farmasi, kemasan kimia, ember cat, jeriken, toples makanan, kaleng hewan peliharaan, hingga galon air minum. Dengan dua pabrik yang berlokasi di Surabaya dan Pasuruan, perusahaan ini melayani kebutuhan kemasan untuk berbagai sektor industri. Pemegang saham utama perusahaan terdiri dari Alex Yoe, Susan Yuwono, dan publik dengan kepemilikan masing-masing di bawah lima persen.

Harga Wajar Saham ASPR Berdasarkan Valuasi

Berdasarkan analisis fundamental dan valuasi yang dilakukan oleh sistem kuantitatif kami, Harga Wajar Saham ASPR ditetapkan pada level Rp 138 per lembar. Dengan harga penutupan terakhir di Rp 179, saham ini diperdagangkan pada level Premium 22.7% terhadap harga wajarnya. Ini mengindikasikan bahwa harga pasar saat ini lebih mahal dibandingkan estimasi nilai intrinsiknya. Kondisi fundamental perusahaan dinilai berada pada level MODERAT, yang berarti tidak ada kelemahan fundamental yang akut, namun juga tidak ada katalis pertumbuhan yang kuat. Perusahaan tidak memiliki riwayat hutang obligasi tercatat, sehingga beban utang tidak menjadi faktor penekan utama terhadap kas perusahaan. Investor perlu mewaspadai jarak premium ini karena menunjukkan bahwa ekspektasi pasar sudah cukup tinggi dibandingkan dengan kinerja fundamental yang ada.

Prospek Saham ASPR 2026: Apakah Bagus?

Menjawab pertanyaan “apakah bagus”, prospek saham ASPR untuk tahun 2026 masih diselimuti ketidakpastian yang tinggi. Meskipun AI Win Rate menunjukkan angka 60.0%, angka ini perlu diinterpretasikan dengan hati-hati karena fase pasar yang terdeteksi adalah distribusi. Data laba rugi perusahaan menunjukkan tren yang stagnan tanpa anomali signifikan, yang berarti tidak ada pertumbuhan laba yang menjadi katalis positif. Ditambah lagi dengan sentimen makroekonomi IHSG yang sedang dalam kondisi crash, tekanan jual di pasar secara umum sangat tinggi. Kondisi ini membuat prospek ASPR dalam jangka pendek hingga menengah cenderung negatif. Tidak ada katalis fundamental yang jelas yang dapat mendorong harga secara signifikan dalam waktu dekat, sehingga investor disarankan untuk tidak berharap terlalu tinggi terhadap pergerakan saham ini di tahun 2026.

Analisis Teknikal ASPR Juni 2026 & Posisi ATH

Pada bulan Juni 2026, pergerakan harga saham ASPR menunjukkan tekanan jual yang dominan. Dalam sebulan terakhir, harga telah terkoreksi sebesar -10.1% dari level Rp 199 ke level Rp 179. Posisi harga saat ini sangat kritis jika dilihat dari jaraknya terhadap All-Time High (ATH). Saham ini telah hancur -71.1% dari level tertinggi sepanjang masanya. Ini adalah sinyal bahaya yang sangat kuat yang mengindikasikan bahwa saham ini sedang dalam tren penurunan jangka panjang yang mendalam. Real Trader Check mengkonfirmasi kondisi ini dengan menunjukkan volume perdagangan yang cenderung sepi (rata-rata 20 hari hanya Rp 338 juta), yang menandakan minimnya minat beli. Risiko untuk membeli saham ini saat ini jauh lebih besar dibandingkan potensi keuntungannya, dan aksi menangkap pisau jatuh (catching a falling knife) sangat tidak disarankan.

Aliran Dana Bandar & Aksi Korporasi

Analisis bandarmologi menunjukkan adanya divergensi yang jelas, di mana investor asing cenderung menampung supply dari investor lokal. Namun, secara keseluruhan, aliran dana menunjukkan pola DISTRIBUSI BANDAR yang sangat kuat. Data net broker dalam 20 hari terakhir mencatat tekanan jual bersih sebesar Rp -49.03 miliar, dan angka yang sama juga terlihat dalam periode 6 bulan. Rata-rata harga bandar dalam 5 hari terakhir berada di level Rp 345, yang saat ini berada jauh di atas harga pasar, mengindikasikan bahwa bandar sudah tidak aktif atau sedang dalam fase distribusi sisa posisi. Tidak ada berita signifikan yang mempengaruhi pergerakan harga, sehingga pergerakan saat ini murni didorong oleh faktor teknikal. Terdapat jadwal aksi korporasi yang penting, yaitu RUPS pada tanggal 9 Juni 2026. RUPS ini bisa menjadi katalis yang memicu volatilitas, namun tanpa adanya agenda positif yang jelas, risiko tetap lebih besar.

Trading Plan & Strategi Kuantitatif AI

Berdasarkan model Random Forest Machine Learning kami, berikut adalah parameter teknis untuk ASPR:

  • Rekomendasi Strategi: NO ENTRY BARU – Broker masih distribusi kuat
  • Area Entry Ideal: Rp 0
  • Target Profit (TP): Rp 0
  • Stop Loss (SL) Absolut: Rp 0

Peringatan Risiko: Fase pasar saat ini adalah DISTRIBUTION. Disiplin pada SL and position sizing mutlak diperlukan. Rekomendasi entry, target, dan stop loss yang semuanya bernilai nol menegaskan bahwa tidak ada peluang trading yang aman pada level harga saat ini. Investor harus menunggu hingga pola distribusi selesai dan konfirmasi akumulasi baru muncul.

Tips Modal Investasi Saham 3 Juta untuk Pemula (Studi Kasus ASPR)

Bagi pemula dengan modal Rp 3 juta, saham ASPR saat ini bukanlah pilihan yang tepat untuk dijadikan studi kasus investasi. Dengan rekomendasi NO ENTRY BARU, lebih baik dana tersebut dialokasikan ke instrumen yang lebih aman atau saham lain yang sedang dalam fase akumulasi. Jika Anda tetap ingin mempelajari cara mengelola modal kecil, prinsip utamanya adalah jangan pernah menggunakan seluruh modal untuk satu posisi. Alokasikan maksimal 10-20% dari modal untuk satu entry, dan patuhi stop loss yang ketat. Dalam kasus ASPR, karena tidak ada level entry yang ideal, maka langkah terbaik adalah menyimpan uang tunai (cash) dan menunggu peluang yang lebih baik. Disiplin adalah kunci utama dalam investasi, terutama dengan modal terbatas.

Rekomendasi Analisa Sektor Sejenis

Guna melengkapi portofolio Anda, tim riset kami juga telah menyiapkan analisa mendalam untuk saham di sektor Consumer Cyclical lainnya. Anda wajib membandingkan pergerakan ASPR dengan emiten berikut:

  • Analisa Terkini Saham: CNTX
  • Analisa Terkini Saham: CINT
  • Analisa Terkini Saham: SPRE

Kesimpulan Akhir

Secara keseluruhan, saham ASPR berada dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan bagi investor maupun trader. Kombinasi antara fase pasar distribusi, valuasi yang premium, aliran dana yang negatif, dan posisi harga yang sangat terpuruk dari ATH memberikan sinyal bahaya yang jelas. Rekomendasi tegas dari analisis kuantitatif ini adalah untuk tidak melakukan entry baru dan menghindari saham ini sampai terdapat perubahan fundamental atau teknikal yang signifikan. Investor disarankan untuk mengalihkan perhatian ke saham-saham lain yang memiliki prospek lebih cerah dan aliran dana yang lebih sehat.

Analisis kuantitatif ini disusun menggunakan mesin kecerdasan buatan (SuperBot AI) Aitrade dan telah melalui proses filtrasi data pasar secara real-time. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Keputusan investasi sepenuhnya tetap berada di tangan Anda.

🚀 Tingkatkan Win Rate Trading Anda Bersama AI!

Artikel ini adalah sebagian kecil dari kemampuan SuperBot AITrade. Dapatkan akses penuh ke Screener Bandar, Sinyal Real-Time, 🗡️ Radar Day Trade, ⚓ Bottom Fisher AI,💰 Radar Dividen Hunter,🚑 Klinik Sangkut & Rescue, 🌋 Radar Komoditas AI, 💎 Deep Value Hunter,🕵️ Smart Money Accumulation,🎯 Top AI Win Probability,🚀 Pemburu ARA dan Prediksi Machine Learning untuk seluruh saham di IHSG secara langsung.

Catatan Edukasi

Artikel ini disediakan untuk tujuan edukasi dan informasi. Jika artikel membahas saham atau market, keputusan transaksi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan manajemen risiko.